3 Tren kesehatan ini ternyata cuma mitos

2017-02-27

KOMPAS.com - Belakangan muncul beberapa tren kesehatan baru, seperti mengonsumsi biji alpukat, yang kini sedang naik daun di dunia online. Sayangnya, tren ini dan beberapa tren lainnya ternyata tidak memiliki bukti ilmiah aman untuk kesehatan.

Makan biji alpukat

Banyak blogger asal Amerika yang memosting video tentang bagaimana cara menggiling biji alpukat dan kemudian mencampurkannya ke dalam smoothie. Mereka mengatakan bahwa biji alpukat juga baik untuk dikonsumsi karena merupakan sumber antioksidan dan mampu meningkatkan daya tahan tubuh dari virus. Walau biji alpukat memang mengandung antioksidan, California Avocado Commission tidak merekomendasikan siapapun untuk mengonsumsi biji alpukat. Sebab, biji alpukat juga mengandung unsur-unsur yang tidak cocok bagi manusia. Terapis nutrisi Ian Marber mengatakan, “Memang belum ada studi pada manusia yang membuktikan efek dari konsumsi biji alpukat. Namun, biji alpukat terbukti berbahaya bagi hewan. Kesimpulannya, biji aplukat tidak baik untuk kita konsumsi karena adanya risiko tersebut.”

Minum air garam laut Himalaya

Beberapa kelompok kesehatan sangat percaya bahwa mengonsumsi air yang dicampur dengan garam Himalaya dan diminum setiap pagi akan membantu proses penurunan berat badan hingga varises. "Tidak ada bukti ilmiah untuk mendukung gagasan bahwa minum air garam Himalaya, bahkan dalam jumlah wajar, dapat bermanfaat bagi kesehatan," kata Nicholas Barat dari Rumah Sakit Spire St Anthony di Sutton. Dia juga khawatir bahwa petunjuk untuk membuatnya pun tidak cukup tepat. Bila orang salah mengerti dan menambahkan banyak garam pada air, cara itu bisa membuat mereka sakit. "Walau minum satu sendok teh konsentrat garam ke dalam segelas air tidak akan membahayakan kebanyakan orang, ini tidak boleh diberikan kepada bayi atau orang tua yang mungkin memiliki penyakit kardiovaskular atau ginjal," katanya.

Minum tanah liat

Selebriti Zoe Kravitz dan Elle Macpherson hanya dua dari sekian banyak selebriti yang dilaporkan gemar minum clay untuk membantu mengikat racun dalam tubuh dan mengeluarkannya. "Ini adalah tren berdasarkan ilmu pengetahuan yang disalahartikan," kata Dr Lauretta Ihonor dari situs Healthtrenddoctor.com. Clay memang dikenal untuk mengikat logam berat, seperti merkuri dan timah, di dalam tubuh. Namun, mengkonsumsi tanah liat, terutama setiap hari seperti yang direkomendasikan oleh beberapa situs web, juga dapat mengikat mineral yang dibutuhkan oleh tubuh Anda, termasuk besi dan kalsium, yang dapat menempatkan Anda pada risiko kekurangan gizi. “Efek samping yang tidak menyenangkan lainnya ialah dapat menyebabkan kembung dan kelebihan gas.”
Penulis : Ayunda Pininta
Editor : Bestari Kumala Dewi
Sumber : The Scientific World Journal